Bagaimanakah Doa Niat Puasa Tasua dan Asyura Sesuai Sunnah?

Diposting pada

Berniat menjalankan puasa tasua dan asyura? Belum mengetahui doa niat puasa tasua dan asyura sesuai sunnah? cari tahu jawabannya dengan membaca artikel ini.

Doa niat puasa Tasua dan Asyura sesuai sunnah. Puasa Tasua dan Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Muharram. Kedua puasa ini dipercaya memiliki keutamaan luar biasa dan sayang jika dilewatkan. Karenanya, beruntunglah orang yang menjalankan puasa ini dan mengamalkan niatnya sedari dini. Kiranya, kita adalah salah satu diantara orang tersebut.

Bagaimanakah Doa Niat Puasa Tasua dan Asyura Sesuai Sunnah?

Mengenal Doa Niat Puasa Tasua

Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang diamalkan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini termasuk puasa sunnah walaupun belum dijalankan oleh Nabi Muhammad. Namun secara qauliyah Rasulullah telah mengazamkannya. Karenanya puasa Tasua dijalankan hingga generasi saat ini.

Dalam mengamalkan puasa ini, anda harus mengawalinya dengan niat. Niat tidak selalu dilafalkan dengan suara, namun dapat pula dalam hati. Tujuannya, agar niat hadir dan dapat menjalankan puasa Tasua dengan lancar. Adapun doa niat yang dimaksud adalah:

“ Nawaitu shouma fii yaumi taasuu’aa sunnatan lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

Saya niat puasa sunnah tasua sunnah karena Allah Ta’aala.

Lantas, kapankah niat puasa ini dilafalkan? Niat puasa ini dilafalkan pada waktu malam sebelum matahari terbit. Namun niat juga dapat disampaikan di pagi hari, sebelum masuk waktu dzuhur. Pastikan pula bahwa anda belum mengonsumsi apapun dan tidak melakukan apa-apa yang dapat membatalkan puasa.

Mengenal Doa Niat Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dijalankan pada tanggal 10 Muharram atau setelah puasa Tasua dijalankan. Puasa ini hukumnya sunnah muakkadah atau puasa yang sangat dianjurkan. Rasululllah mengutamakan puasa ini, dibandingkan puasa-puasa sunnah lainnya. Karena begitu pentingnya puasa Asyura, setidaknya terdapat tiga keutamaan dalam puasa ini, yaitu

1. Puasa Paling Utama

Puasa ini dijalankan di bulan Muharram dan merupakan puasa paling utama setelah puasa bulan Ramadhan. Untuk lebih jelasnya, cobalah membuka Hadits Riwayat Muslim untuk penjelasan lebih lanjut.

2. Diutamakan Nabi

Seperti yang telah dijelaskan, puasa Asyura adalah puasa yang istimewa bagi Rasulullah. Menurut Ibnu Abbas, tidak ada puasa sunnah yang lebih diutamakan Rasulullah melebih puasa Asyura. Hal ini tertulis dalam Hadits Riwayat Bukhari.

3. Menghapus Dosa Setahun Lalu

Inilah keutamaan puasa Asyura yang paling utama dan populer. Di mana, puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun lalu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang tertera dalam HR. Muslim.

Dalam puasa Asyura, juga tersedia niat yang harus dilafalkan. Namun niat ini dapat ditemukan di Mazhab Syafi’I yang menyampaikan seperti berikut ini,

“ Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:

Saya niat puasa sunnah asyura sunnah karena Allah Ta’ala.

Sama seperti niat puasa Tasua Sunnah, niat puasa Asyura dapat disampaikan di malam hari. Namun, saat anda terlupa lafalkanlah niat ini di pagi hari. Namun ingat catatan bahwa belum mengonsumsi apapun dan tidak melakukan hal-hal yang membuat puasa batal.

Dalam puasa Asyura, terdapat tiga tingkatan didalamnya. Pertama, tingkatan berpuasa selama tiga hari, yaitu hari ke-sembilan, ke-sepuluh dan ke-sebelas. Kedua, berpuasa pada hari yang ke-sembilan dan ke-sepuluh. Serta, ketiga, berpuasa pada hari ke-sepuluh saja. Hal ini dapat dilihat dalam Fiqih Sunnah karya dari Sayyid Sabiq.

Dalam menjalankan puasa Tasua dan Asyura, usahakan untuk melafalkan niat terlebih dahulu. Jika ingin lebih dalam mengetahui tentang niat puasa Tasua dan Asyura sesuai sunnah carilah guru terbaik untuk mengajarkan anda. Sehingga tidak ada kesalahpahaman dalam menerapkan puasa dan niat puasa ini.