Cara Downgrade MIUI Via Fastboot pada Smartphone Xiaomi

Diposting pada

Semua pengguna ponsel Xiaomi harus paham cara downgrade miui via fastboot. Cara dan langkahnya akan dijelaskan di bawah ini.

Cara downgrade miui via fastboot wajib diketahui oleh semua pengguna smartphone Xiaomi. Seperti yang diketahui, MIUI adalah ROM sistem bawaan dari pihak Xiaomi. Banyak yang tidak begitu suka dengan MIUI ini dan lebih memilih memberikan versi ROM lain pada smartphone yang digunakannya. Apalagi MIUI versi baru lebih kerap mengalami kendala.

Inilah mengapa banyak pengguna Xiaomi yang memilih melakukan downgrade atau pemasangan ROM dengan versi yang lebih lama ke dalam smartphone yang digunakannya. Kebanyakan dari mereka melakukan downgrade dari MIUI versi terbaru, seperi versi 9 ke versi yang lebih lama namun lebih stabil performanya, seperti MIUI versi 8.2.10.

Salah satu cara downgrade MIUI adalah lewat mode fastboot. Bagaimana saja langkah dalam downgrade miui via fastboot? Berikut ini petunjuknya sekaligus informasi lain seputar mengapa memilih metode fastboot dan apa saja resikonya.

Cara Downgrade MIUI Via Fastboot pada Smartphone Xiaomi

Mengapa Memilih Downgrade MIUI via Fastboot?

Mode fastboot merupakan salah satu jalan termudah untuk melakukan downgrade MIUI di smartphone Xiaomi. Dengan metode ini, downgrade bisa dilakukan tanpa harus ribet melakukan rooting atau proses lainnya. Sebelum menyimak cara downgrade miui via fastboot, baca dulu alasan lain mengapa memilih metode fastboot sangat memudahkan.

1. Bisa Menghapus Semua Data

Salah satu alasan mengapa metode fastboot lebih disukai oleh pengguna smartphone Xiaomi adalah karena downgrade dengan metode ini lebih ampuh dalam menghapus semua data. Semua data tanpa terkecuali akan terhapus bersih, tanpa meninggalkan jejak apapun. Tentunya, hal ini lebih bermanfaat dan lebih rendah kemungkinan erornya.

2. Meminimalisasi Bentrok Data

Satu lagi alasan mengapa cara downgrade miui via fastboot banyak dicari orang adalah karena tidak ada resiko bentrok data yang akan terjadi setelah proses downgrade. Seperti yang disinggung tadi, metode fastboot bisa menghapus data sebersih-bersihnya. Alhasil, data lama tidak akan berada lagi di ponsel dan ketika diisi data-data yang baru, tidak akan pernah terjadi bentrok data.

Cara Downgrade MIUI Via Fastboot

Kalau kamu juga merupakan pengguna setia Xiaomi namun tidak begitu suka dengan ROM bawaan dari MIUI yang ada di smartphone milikmu, maka kamu perlu melakukan downgrade atau bahkan pemasangan custom ROM. Berikiut ini cara downgrade miui via fastboot:

1. Masuk ke dalam Mode Fastboot

Cara pertama adalah dengan masuk ke mode fastboot. Caranya? Tekan secara bersamaan tombol volume up dengan tombol power. Setelah kombinasi ini ditekan, akan muncul beberapa pilihan. Pilih “Fastboot”.

2. Sambungkan HP ke PC

Setelah ponsel dalam keadaan fastboot, sambungkan ponsel ke PC atau laptop. Lakukan hal ini dengan menggunakan bantuan kabel USB atau kabel data Xiaomi yang tersedia.

3. Buka Aplikasi MiFlash Tool pada PC

Langkah selanjutnya dalam daftar cara downgrade miui via fastboot adalah membuka aplikasi MiFlash Tool yang sudah ada pada PC. Jika di PC belum ada aplikasi ini, unduh dan pasang terlebih dahulu.

Setelah aplikasi dibuka, klik “refesh” untuk mendeteksi HP Xiaomi yang disambungkan ke PC tadi. Tanda jika HP sudah terdeteksi adalah munculnya kombinasi angka dan huruf yang tertera di layar.

4. Masukkan ROM

Sekarang, pilih versi ROM yang akan diinstal ke dalam smartphone. ROM harus sudah dalam keadaan diesktrak (bukan ZIP) dan sudah memiliki format.tgz, pastikan juga kamu ingat di mana instalan ROM ini disimpan.

5. Pilih “Flash”

Cara downgrade miui via fastboot terakhir, pilih opsi “Flash” dan tunggu proses berlangsung. Proses ini biasanya akan makan waktu 20 menit. Setelah selesai, HP tinggal dinyalakan kembali dan versi ROM sudah akan berganti dari yang lama menjadi yang baru saja diinstal tadi.

Resiko Melakukan Downgrade MIUI Via Fastboot

Bagi yang senang mengutak-atik smartphone, termasuk mengganti atau downgrade ROM,  mengubah versi sistem operasi, dan lain-lainnya, melakukan root dan flash pada HP adalah sesuatu yang wajib. Namun, semua ini ada resikonya. Apa saja? Simak di bawah ini sebelum memutuskan untuk melakukan semua cara downgrade miui via fastboot tadi.

1. Garansi HP Hilang

Untuk melakukan downgrade, ponsel biasanya sudah terlebih dahulu di-unlock atau dilakukan proses UBL (Unlock Bootloader) di dalamnya, Ponsel juga biasanya sudah dilakukan root. Tentu saja, jika proses-proses ini sudah dilakukan ke HP, garansi HP akan hilang. Pihak resmi Xiaomi biasanya menyatakan garansi HP hangus jika HP sudah diutak-atik sedemikian rupa.

2. HP Menjadi Rentan Virus

Jika semua cara downgrade miui via fastboot tadi dilakukan, salah satu resiko yang harus ditanggung pengguna adalah HP yang menjadi lebih rentan terhadap virus. Proses downgrade biasanya dimulai dengan proses UBL di mana HP pada dasarnya dibuka kuncinya. Hal ini membuat HP lebih rentan terhadap serangan sistem, termasuk virus dan malware.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bukan hal-hal seputar masalah downgrade MIUI di smartphone Xiaomi melalui metode fastboot. Dengan mengetahui semua hal terkait dengan cara downgrade miui via fastboot tadi, kamu bisa melakukan semua prosesnya sendiri tanpa harus keluar biaya sama sekali untuk membayar jasa profesional.