Inilah Cara Menghitung Gaji Lembur Karyawan

Diposting pada

Bagi seorang karyawan, mendapatkan jam kerja lebih atau lembur adalah sebuah hal yang biasa. Dalam hal ini, lembur bagi perusahaan ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut namun dengan tidak perlu menambah jumlah karyawan yang dipekerjakan, melainkan hanya dengan menambah jam kerja karyawan yang sudah ada. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu menambah budget untuk membayar karyawan baru melainkan cukup menambahkannya dalam bentuk gaji lembur. Aturan tentang lembur dan gaji lembur karyawan pun sudah ditentukan dalam peraturan pemerintah.

Ada kalanya ketika menjalankan pekerjaan, karyawan harus siap jika sewaktu-waktu perusahaan memberikan perintah untuk kerja lembur. Namun, perintah kerja lembur ini juga harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam UU tentang ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003. Namun untuk menjalankan kerja lembur tersebut, syarat utama yang harus dijalankan oleh pihak perusahaan adalah sudah mendapatkan persetujuan baik dari pihak perusahaan maupun pihak pekerja. Selain itu perusahaan juga harus memiliki perintah dalam bentuk tertulis dari pengusaha serta rincian dari pelaksanaan kerja lembur tersebut, seperti waktu pelaksanaan, nama pekerja dan lainnya, termasuk juga gaji lembur karyawan tersebut.

Waktu yang Dihitung Lembur untuk Karyawan

Salah satu ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah yang tercantum dalam UU Tahun 2003 tersebut adalah tentang waktu kerja lembur serta gaji lembur karyawan. Untuk waktu kerja lembur, ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah sebagai berikut:

  • Waktu lembur merupakan waktu kerja yang dihitung setelah 7 jam dalam sehari atau 40 jam dalam satu minggu untuk hari kerja selama 6 hari dalam seminggu.
  • Waktu lembur juga dihitung setelah 8 jam dalam sehari atau 40 jam dalam satu minggu untuk hari kerja selama 5 hari dalam satu minggu.
  • Yang dimaksud waktu kerja lembur juga dihitung apabila tetap bekerja saat hari libur dalam 1 minggu atau hari libur nasional yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain waktu, sistem lembur yang diterapkan juga menjadi hal yang perlu Anda ketahui. Sistem lembur yang diterapkan umumnya juga berpengaruh terhadap gaji lembur karyawan. Untuk sistem lembur yang diterapkan, ada dua jenis. Sistem lembur task force adalah sistem lembur yang diberlakukan oleh perusahaan saat ada momen tertentu. Sistem lembur kedua adalah sistem stand by/call out, yaitu sistem lembur yang diberlakukan dengan sistem membuat karyawan mendapatkan jam kerja normal namun harus siap ketika di hari libur atau akhir pekan mendapatkan panggilan lembur dari perusahaan.

Nah, jika sudah mengetahui sistem kerja lembur yang berlaku di Indonesia serta jenisnya, Anda juga harus bisa menghitung gaji lembur karyawan yang akan didapatkan jika Anda mendapatkan jam kerja ekstra. Penghitungan gaji lembur yang didapatkan juga berbeda jika Anda bekerja lembur di hari kerja mulai dari Senin-Sabtu dan bekerja lembur di hari libur tanggal merah. Untuk itulah sangat penting untuk Anda mengetahui cara menghitung gaji lembur tersebut.

Rumus Cara Menghitung Gaji Lembur Karyawan

Berdasarkan UU tentang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 juga ada aturan yang harus dipatuhi oleh perusahaan dalam menghitung dan memberikan gaji lembur karyawannya. Dalam menghitung gaji lembur karyawan perusahaan didasarkan pada dua hal, yaitu berdasarkan upah bulanan dan dengan penghitungan 1/173 kali dari upah sebulan. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah rumus menghitung upah lembur karyawan tersebut.

1. Lembur di Hari Senin-Sabtu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penghitungan gaji lembur karyawan akan berbeda jika lembur di hari kerja dan lembur di hari libur atau tanggal merah. Nah, untuk penghitungan lembur di hari Senin-Sabtu adalah sebagai berikut:

Lembur Jam ke-1 : 1,5 x 1/173 x gaji sebulan.

Lembur jam ke-2 s/d seterusnya: 2 x 1/173 x gaji sebulan

2. Lembur di Tanggal Merah atau Hari Libur

Untuk menghitung lembur di hari libur atau tanggal merah, rumus yang digunakan sedikit berbeda dengan rumus yang digunakan untuk menghitung gaji lembur karyawan di hari Senin-Sabtu. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.

  • Untuk lembur pada 7 jam pertama= 7 x 2 x 1/173 x upah 1 bulan.
  • Lembur jam ke-8 = 1 jam x 3 x 1/173 x upah 1 bulan
  • Jam ke-9 sampai seterusnya= 1 jam x 4 x 1/173 x gaji 1 bulan

Untuk lebih memahami tentang rumus menghitung gaji lembur karyawan seperti yang dijelaskan di atas, ada contoh sederhana yang akan membantu Anda memahami penjelasan di atas. Misalnya, seseorang bekerja di perusahaannya dengan jam kerja 8 jam per hari. Namun di akhir pekan harus tetap masuk lembur selama 6 jam dengan gaji pokok plus tunjangan orang tersebut adalah Rp 3.800.000 sebulan. Lalu, berapakah gaji lemburnya dengan catatan uang lembur di hari libur dihitung 2 x upah jam kerjanya.

6 jam x 2 1/173 x 3.800.000= Rp 263.583

Jadi, upah lembur yang akan diterima pada jam lembur orang tersebut sebesar Rp 263.583.

Banyak perusahaan yang menjadikan lembur sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas kerjanya tanpa harus menambah jumlah karyawan. Cara ini dianggap efektif waktu dan biaya karena tidak perlu melakukan seleksi karyawan lagi. Namun sebagai karyawan Anda juga harus mengetahui sistem lembur yang diterapkan dan bagaimana cara menghitung gaji lembur karyawan. Hal tersebut wajar dilakukan oleh karyawan sebagai bentuk pemenuhan hak karyawan setelah menjalankan kewajibannya. Penjelasan tentang cara menghitung lembur gaji di atas semoga bisa membantu Anda dalam memahami hak sebagai karyawan. Dalam Undang-Undang juga diatur sanksi yang akan diberikan kepada perusahaan yang melanggar aturan tersebut.