Doa Mandi Wajib untuk Laki-Laki dan Wanita, Apakah Perbedaannya?

Diposting pada

Anda mungkin bertanya-tanya tentang apakah terdapat perbedaan doa mandi wajib untuk laki-laki dan wanita? Tentunya ada. Bagaimana, cara membedakan keduanya?

Doa mandi wajib untuk laki-laki dan wanita. Sebelum menjalankan ibadah shalat, umat Islam harus ada dalam keadaan suci. Artinya, anda harus terbebas dari hadast besar ataupun kecil. Hadast kecil dapat disucikan dengan berwudlu, sedangkan hadast besar diwajibkan untuk mandi wajib. Mandi wajib untuk perempuan dan laki-laki dibedakan dengan hadast.

Doa Mandi Wajib untuk Laki-Laki dan Wanita, Apakah Perbedaannya?

Kapan Mandi Junub Dilakukan?

Mandi wajib dilakukan dalam beberapa keadaan. Artinya, tidak setiap saat anda melakukan mandi wajib, agar suci sebelum bershalat. Keadaan- keadaan tertentu yang dimaksud adalah sebagai berikut,

  1. Karena kematian
  2. Masuknya orang kafir ke agama Islam
  3. Ketika berhentinya haid ataupun masa nifas setelah melahirkan.
  4. Keluarnya mani pada kaum pria
  5. Bertemunya dua organ intim walaupun tidak mengeluarkan mani.

Penting, jika anda sempat melakukan hubungan suami istri. Sangat disarankan untuk melakukan mandi wajib, walaupun tidak ada (mani) yang dikeluarkan. Sehingga suci tetap terjaga dan menghilangkan keragu-raguan saat akan melakukan wudlu sebelum shalat.

Hal-hal inilah yang menjadi keadaan, kapankan mandi junub harus dilakukan. Jika diantara keadaan ini tidak terjadi, maka tidak perlu dilakukan mandi junub. Anda cukup melakukan wudlu, untuk kembali suci dan dapat melakukan shalat.

Doa Mandi Wajib untuk Laki-Laki dan Wanita

Perbedaan doa mandi wajib laki-laki dan wanita terletak pada hadast yang dialami. Karena perempuan memilih hadast-hadast istimewa dalam tubuh. Untuk lebih jelasnya tentang mandi wajib tersebut, berikut informasinya

1. Mandi Wajib secara Umum

Mandi wajib atau mandi junub besar dilakukan saat akan menghilangkan hadast besar, yang dilakukan oleh laki-laki ataupun perempuan. Doa yang disampaikan berupa,

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil akbari fardhan Lillahi Ta’aala”.

Yang memiliki arti, Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah Ta’aalaa.

2. Niat dan Doa Mandi Besar setelah Haid

Poin ini merupakan doa mandi besar yang disampaikan oleh perempuan, utamanya setelah usai haid. Hal ini terjadi secara berkala pada perempuan, karenanya untuk perempuan dewasa wajib untuk mengingat doa ini,

“Nawaitul ghusla lifraf il hadatsil haidil lillahi ta’ala.

Yang  memiliki arti, Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari haid karena Allah Ta’aala.

3. Niat Mandi Junub setelah Masa Nifas

Selain haid, perempuan juga memiliki masa nifas setelah melahirkan. Selama masa ini, perempuan dilarang untuk sholat, berpuasa atau berhubungan intim. Adapun doa setelah masa nifas untuk suci adalah

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Nifasi lillahi ta’aala.”

Doa ini memiliki arti, aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas karena Allah Ta’aala.

Jadi, anda dapat menentukan mana doa yang dibutuhkan untuk mandi junub. Untuk perempuan, perhatikanlah doa nomor 2 dan 3, jangan sampai terbalik dalam mengucapkannya. Disunnahkan untuk melakukan mandi wajib sesuai dengan tata cara dan tertib. Sehingga mandi junub yang dilakukan berjalan sempurna. Serta, usahakan agar air cipratan yang digunakan untuk mandi, tidak masuk ke tempat penampungan air yang digunakan untuk mandi junub.

Sudahkah anda mengetahui beberapa doa yang harus diucapkan sebelum mandi junub? Jika sudah, waktunya amalkan doa mandi wajib untuk laki-laki dan wanita tersebut. Agar keadaan kembali suci dan dapat menjalankan shalat seperti sedia kala. Karena sebaik-sebaiknya ilmu disebarkan untuk banyak orang, jadi sampaikanlah informasi ini untuk orang-orang di sekitar.