Doa Tahlil dan Setelah Tahlil Serta Urutannya, Lengkap

Diposting pada

Penasaran dengan urutan doa tahlil dan setelah tahlis serta urutannya? Tidak perlu khawatir, karena acara ini singkat dan cepat usai. Berikut susunan doanya.

Doa tahlil dan setelah tahlih serta urutannya. Doa tahlil adalah doa yang ditujukan untuk orang meninggal. Doa-doa yang disampaikan adalah doa yang sering dibaca dan umum dikalangan masyarakat. Doa ini tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Harapannya dengan membaca doa tahlil, arwah orang yang telah meninggal, dapat diterima disisi Tuhan, Amin.

Doa Tahlil dan Setelah Tahlil Serta Urutannya, Lengkap

Urutan Doa Tahlil dan Setelah Tahlil, serta Urutannya

Ketika hendak melakukan tahlil pastinya harus tau urutan doa dan setelahnya membaca apa. Berikut doa tahlil yang dimaksud, yaitu:

“A’uudzu billahi minasy yaithoonir rojiim. Bismillahirrohmaanirrohim. Alhamdulillahi robbil’aalamiin. Hamdasy syaakiriin, handan naa’imiin, hamday yuwafii ni’amahuu wa yukaafi’u mazzdah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa ‘azhiimi sulthoonik. Allohuma shallii wa shallim alaa sayyidinaa Muhammad, wa’alaa aali sayiidinaa Muhammad.”

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setak yang terkutuk. Dengan menybeut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta. Sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapatkan banyak kenikmatan memuji-Nya dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai, Allah Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu. Sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Tuhan, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluargnya.

“Allahumma taqobal wa aushil tsawaba maa qoronaahu minal quraanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa alaa sayyidinaa Muhammadin shollalloohu alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafiinaa wa qurroti ayuninaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadin Shollaahu Alahi wa sallam. Wa ilaa jamii’I ikhwaanihi minal anbiyaai walursalina wal auliyaai wasysyuhadaai wash shoolohiina wash shohaabati wattaabiina wal ulamaail aamiliina wal mushonnifinal mukhlishinna wa jamiil mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamin, wa malaa’ikatil muqorrobin, khusuhuushon ilaa sayyidinasy syaikh ‘abdil qoodir aljailaani.”

Artinya:

Ya Allah terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Quran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung. Sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad. Juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, pawa syuhada, orang-orang shalil, para sahabat dan tabi’in. Para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Tuhan semesta alam. Serta, para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qodir Jailani.

“Tshumma ilaa jamii ahlil qubuur minal muslimiina walmuslimaati walmuminiina walmuminaati mim masyaariqil ardhi ilaa maghooribihaa barrihaa wabahrihaa khushushon ilaa aabaainaa wa-ummahatinaa wa-ajdaadinaa wajaddatinaa wanakhush-shu khushuusin manitjama’naa haahunaa bisababihii wali-ajlihii.”

Artinya:

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-lai ataupun perempuan, orang mukmin laki-laki ataupun perempuan, dari belahan bumi barat dan timur, di laut dan di darat. Terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami. Serta diutamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul disini.

Setidaknya masih terdapat beberapa doa lagi yang dapat dilafalkan dalam tahlil. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang doa tahlil dan setelah tahlil serta urutannya, bergurulah pada ahli. Atau lakukanlah pembacaan buku-buku keagamaan. Tujuannya, agar ilmu yang diterima lebih murah diamalkan dan dapat menjawab setiap pertanyaan yang mungkin muncul saat pembelajaran.