Lafal Doa Melayat atau Takziyah ke Rumah Duka

Diposting pada

Saat mendengar berita kematian, hendaknya kita turut mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, tak lupa pula untuk membaca doa melayat atau takziyah ke rumah duka.

Takziyah atau melayat berarti membantu orang yang ditinggalkan agar ikhlas, berbesar hati, dan sabar dalam menghadapi musibah. Oleh karena itu, takziyah bukan hanya sekedar ritual keagamaan, namun juga mengandung makna solidaritas dan serta empati terhadap sesama. Rasulullah menganjurkan untuk bertakziyah baik saat mayit belum dikuburkan maupun sesudah dikuburkan maksimal 3 hari setelahnya.

Lafal Doa Melayat atau Takziyah ke Rumah Duka

Doa Melayat atau Takziyah Ke Rumah Duka

Saat melayat, pentakziyah dianjurkan untuk membaca doa takziyah ke rumah duka. Doa yang dimaksud yaitu sebagai berikut:

A’dhlomallohu Ajraka Wa Ahsana ‘Azaa Aka Wa Ghafaroka Limayyitika”

Artinya:

Semoga Alloh memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.

Atau dapat juga membaca doa ini:

“Inna Lillahi Ta’ala Maa Akhoda Walahu Ma A’thaa Wa Kullu Syai-In ‘Indahu Bi Ajalin Musamma Famurhaa Faltashbir Wal Tahtasib”

Artinya:

Sesungguhnya Alloh maha memiliki atas apa yang Dia ambil dan Dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-NYA. Hendaklah kamu bersabar dan memohon pahala dari Alloh swt. (HR. Bukhari-Muslim).

Para ulama sepakat bahwa hukum bertakziyah adalah sunnah. Hal ini diperkuat oleh hadits Rasulullah saw, diantara nya:

Abdullah bin ‘Amr bin al Ash menceritakan, bahwa pada suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Fathimah Radhiyallahu ‘anha: “Wahai, Fathimah! Apa yang membuatmu keluar rumah?” lalu Fathimah RA menjawab,”Aku berta’ziyah kepada keluarga yang ditinggal mati ini.” (HR Abu Dawud, 3/192)

Adab-Adab Bertakziyah

Setelah mengetahui doa bertakziyah ke rumah duka, tak lengkap rasanya bila kita tidak mengetahui hal hal apa saja yang sepatutnya kita lakukan da tidak kita lakukan ketika berada dirumah duka.

1. Menghindari Hal-Hal Yang Dianggap Tabu

Dalam bertakziyah hendaknya menghindari hal-hal yang kurang pantas saat dilakukan dirumah duka, seperti berdandan terlalu menor atau memakai pakaian yang tidak sopan. Hal ini tentu saja untuk menjunjung tinggi azas kesopanan dan kepatutan.

2. Menampakkan Rasa Duka

Setiap kematiam pastilah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Sebagai orang yang bertakzyah, hendaknya kita turut menunjukkan rasa duka sembari memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Tidak sepatutnya kita mengumbar senyum bahagia dihadapan orang-orang dan suasana yang tengah berduka. Hal ini agar tidak menimbulkan persepsi bahwa kita tengah bersuka cita diatas kesedihan orang lain.

3. Tidak Banyak Bicara

Orang yang tengah berduka pastilah cenderung diam dan tidak banyak bicara. Maka sebagai orang yang bertakziyah sebaiknya jangan berlama-lama saat mengajak berbicara keluarga yang berduka. Bicaralah seperlunya saja. Selain itu, hendaknya jangan berbicara terlalu keras saat bertakziyah, apalagi sampai tertawa terbahak-bahak, karena sangatlah tidak etis dari segi agama maupun social.

4. Mensegerakan Penguburan Jenazah

Mensegerakan tidaklah sama dengan terburu-buru. Mensegerakan berarti mempercepat bertemunya seorang hamba dengan Rabb nya, yaitu Alloh swt. Maka, sebaiknya percepatlah prosesi pemakaman saat semua persiapan telah selesai agar jenazah tersebut segera mendapat haknya.

Itulah beberapa anjuran dan larangan saat bertakziyah. Kematian sejatinya adalah tempat untuk bertadabbur dan bertafakkur agar senantiasa mengingat Alloh swt. Membaca doa bertakziyah ke rumah duka juga merupakan salah satu adab yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk memberikan doa, dukungan, dan memintakan ampun kepada jenazah. Wallahu A’lam Bish shawab.