Nawa Dewata – Pengertian, Kaitan, Bagian-Bagian, dan Atribut-Atribut

Diposting pada

Pada postingan artikel kali ini Yuporia.com akan memberikan informasi tentang pengertian Nawa Dewata, Kaitan antara Nawa Dewata dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, bagian-bagian Nawa Dewata, dan atribut-atribut Nawa Dewata.

1. Pengertian Nawa Dewata

Kata Nawa Dewata terdiri atas kata “Nawa” yang artinya sembilan dan kata “Dewata” yang artinya Sang Hyang Widhi atau para Dewata.

Jadi, arti kata Nawa Dewata adalah sembilan Dewa yang merupakan manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi sebagai penguasa sembilan penjuru mata angin. Nawa Dewata merupakan pancaran dari sifat Agung Sadha Siwa, yang dilukiskan dengan Singasana Teratai yang berdaun bunga delapan (Asta Data) sebagai lambang dari kemahakuasaan-Nya.

2. Kaitan antara Nawa Dewata dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Untuk mengetahui kaitan antara Nawa Dewata dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dalam Kitab Sweta Swatara Upanisad IV. 2 disebutkan sebagai berikut:

“Tat evagnis tad adityas, tad wayus tad u candramah tad eva sukram, tad brahma tat apas tat prajapatih”.

Artinya:

Brahma itu sesungguhnya juga adalah Sang Agni juga adalah Sang Aditya, juga adalah Sang Wayu, juga adalah Sang Candrama (Bulan) Beliau itu adalah bintang-bintang yang ada di langit Brahma itu adalah hiranyagarbha juga adalah Prajapati.

Dari uraian Upanisad tersebut memberi penjelasan bahwa dewa-dewa yang tertulis dalam kitab suci Weda diberi nama dengan sebutan Brahman yang berarti Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan nama-nama dewa dalam Nawa Dewata bersumber dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang menempati atau menguasai penjuru mata angin.

Kitab Suci Weda memberikan penjelasan bahwa semua dewa-dewa muncul dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan semua dewa-dewa merupakan kekuatan yang menjaga penjuru mata angin di samping sebagai kekuatan dalam menciptakan alam semesta ini, dan  menganugerahkan sesuatu yang dimohon oleh semua makhluk ciptaan-Nya. Dewa dan dewi yang dipuja oleh umat manusia merupakan perwujudan yang nyata dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa sebagai penjaga dan penguasa alam semesta, masing-masing dilengkapi dengan senjata, kendaraan, dan saktinya tersendiri yang tak terpisahkan, sebagaimana halnya antara suami dan istri. Saktinya diwujudkan sebagai dewi yang dianggap sebagai istri dewa, karena dewa tak akan dapat melakukan tugasnya sesuai dengan fungsinya bila tidak dengan saktinya. Perpaduan antara dewa dengan saktinya sama dengan Purusa (dewa) dengan Pradana/Prakerti (Saktinya). Dewa-Dewa yang dimaksud, yaitu:

  • Dewa Brahma saktinya Dewi Saraswati, senjatanya Gada dan kendaraannya Angsa. Tempat Sucinya adalah Pura Desa (Bale Agung).
  • Dewa Wisnu saktinya Dewi Sri, senjatanya Cakra dan kendaraannya Burung Garuda. Tempat sucinya adalah Pura Puseh (Pura Segara).
  • Dewa Siwa saktinya Dewi Durga (Dewi Uma, Dewi Parwati), senjatanya Padma, kendaraannya Lembu, dan tempat sucinya adalah Pura Dalem (Kahyangan). Menurut konsepsi Mpu Kuturan, ketiga dewa itu dikenal dengan sebutan Dewa Tri Murti dengan tempat sucinya disebut Kahyangan Tiga, yang menempati wilayah Teritorial Desa Adat (Desa Pakraman). Di antara Dewa-Dewa itu yang merupakan sinar sucinya Ida Sang Hyang Widhi Wasa, jumlahnya begitu banyak dan menempati penjuru mata angin, sehingga diumpamakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Matahari dan sinarnya itu adalah Dewa-Dewa (Nawa Dewata).

3. Bagian-Bagian Nawa Dewata

  • Dewa Iswara penguasa arah Timur atau Purwa
  • Dewa Mahesora penguasa arah Tenggara atau Gheneya
  • Dewa Brahma penguasan arah Selatan atau Daksina
  • Dewa Rudra penguasan arah Barat Daya atau Nairiti
  • Dewa Mahadewa penguasa arah Barat atau Pascima
  • Dewa Wisnu penguasa arah Utara atau Uttara
  • Dewa Sambhu penguasa arah Timur Laut atau Airsanya
  • Dewa Siwa penguasa arah Tengah atau Madya

4. Atribut-Atribut Nawa Dewata

Nawa Dewata yang menempati sembilan arah mata angin, dilengkapi atribut-atribut seperti berikut ini:

a. Barat Laut/Wayabhya

  • Dewa : Sangkara
  • Pura : Pangelengan
  • Aksara : Sing
  • Senjata : Angkus
  • Warna : Hijau (welis)
  • Urip : 1
  • Panca Wara :
  • Sapta Wara : Sukra
  • Sakti : Dewi Rodri
  • Wahana : Singa

b. Timur Laut/Airsamya

  • Dewa : Sambhu
  • Pura : Besakih
  • Aksara : Wang
  • Senjata : Trisula
  • Warna : Biru (abu-abu)
  • Urip : 6
  • Panca Wara :
  • Sapta Wara : Sukra
  • Sakti : Dewi Mahadewi
  • Wahana : Wilmana

c. Tengah/Madya

  • Dewa : Siwa
  • Pura : Besakih
  • Aksara : Ing
  • Senjata : Padma
  • Warna : Panca Warna
  • Urip : 8
  • Panca Wara : Kliwon
  • Sapta Wara : –
  • Sakti : Dewi Durga
  • Wahana : Lembu
  • Fungsi : Pelebur

d. Barat Daya/Nairiti

  • Dewa : Rudra
  • Pura : Uluwatu
  • Aksara : Mang
  • Senjata : Moksala
  • Warna : Jingga
  • Urip :  3
  • Panca Wara : –
  • Sapta Wara : Anggara
  • Sakti : Dewi Samodhi
  • Wahana : Kerbau Putih

e. Selatan/Daksina

  • Dewa : Brahma
  • Pura : Andakasa
  • Aksara : Bang
  • Senjata : Gada
  • Warna : Merah
  • Urip : 9
  • Panca Wara : Paing
  • Sapta Wara : Saniscara
  • Sakti : Dewi Saraswati
  • Wahana : Angsa
  • Fungsi : Pencipta

f. Tenggara/Gheneya

  • Dewa : Mahesora
  • Pura : Goa Lawah
  • Aksara : Nang
  • Senjata : Dupa
  • Warna : Dadu/merah muda
  • Urip : 8
  • Panca Wara : –
  • Sapta Wara : Wrhaspati
  • Sakti : Dewi Laksmi
  • Wahana : Merak

g. Utara/Uttara

  • Dewa : Wisnu
  • Pura : Batur
  • Aksara : Ang
  • Senjata : Cakra
  • Warna : Hitam
  • Urip : 4
  • Panca Wara : Wage
  • Sapta Wara : Soma
  • Sakti : Dewi Sri
  • Wahana : Garuda
  • Fungsi : Pemelihara

h. Barat/Pascima

  • Dewa : Mahadewa
  • Pura : Batukaru
  • Aksara : Tang
  • Senjata : Naga Pasa
  • Warna : Kuning
  • Urip : 7
  • Panca Wara : Pon
  • Sapta Wara : Buda
  • Sakti : Dewi Sanci
  • Wahana : Naga

i. Timur/Purwa

  • Dewa : Iswara
  • Pura : Lempuyang
  • Aksara : Sang
  • Senjata : Bajra
  • Warna : Putih
  • Urip : 5
  • Panca Wara : Umanis
  • Sapta Wara : Redite
  • Sakti : Desi Uma
  • Wahana : Gajah Putih